Tampilkan postingan dengan label Berfikir komputasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berfikir komputasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2022

BERFIKIR ALGORITME

 G.Berpikir algoritme.

1.Jenis data dalam penelitian.Berpikir komputasional identik dengan proses berpikir dalam menyelesaikan masalah dengan cara menerapkan metode komputer (Informatika).

a.Data kuantitatif

b.Data kualitatif 

2.Teknologi computational thingking 

a.Definisi dan karakter

b.Elemen computational thingking

1).Abstractio

2).Algorithmic thingking

3).Automation 

4).Decomposition

5).Debugging

6).Generalization

c.Artitificial intelligence(AI).Atau kecerdasan buatan adalah salah satu implementasi dari berbagai komputasi atau CT.

1).Persepsi kecerdasan 

2).Presepsi riset

3).Presepsi potensi bisnis 

4).Presepsi logika pemrogaman 

d.Sistem pakar 

1).Definisi sistem pakar 

2).Kelebihan sistem pakar

3).Komponen sistem pakar

4).Modul utama dalam sistem pakar

5).Dalam bentuk sistem pakar

e.Dicision supprot system.

3.Penerapan teknologi CT

4.Enkrisi ROT13.

LOGIKA KONVERENSI BILANGAN

 F.Logika konverensi bilangan.

1.Jenis dan format bilangan.adalah yang dikenal adalah kombinasi dari angka 0 sampai 9.

a.Bilangan berbasis 2(biner)

b.Bilangan berbasis 8(oktal)

c.Bilamgan berbasis 10(desimal)

d.Bilangan berbasis 16(heksadesimal)

2.Teknik konverensi bilangan.adalah mengubah bentuk atau dapat dikatakan teknik mengubah suatu bentuk menjadi bentuk lain.

a.Teknik penjumlahan

b.Teknik pembagian.

3.Sistem penyandi bilangan.Oprasi penjumlahan antara angka 11 dengan 12 pada aplikasi kalkulator komputer.

LOGIKA PENALARAN INFERENSI

 E.Logika penalaran inferensi 

1.Konsep inferensi 

Inferensi diambil dari istilah bahasa inggris,yaitu inference yang mengandung arti penyimpulan.Kata kerja penyimpulan sendiri memiliki makna tindakan membuat simpulan atau konklusi.

2.Kebenaran argumen 

Argumen merupakan kumpulan pernyataan dengan bagian akhir dari pernyataan tersebut dapat dikatogorikan sebagai konklusi.

Aspek yang harus diperhatikan:

a.Tetapkan premis atau hipotitis dan ambil simpulanya.

b.Gunakan mekanisme tebal kebenaran bedasarkan logika matematika yang telah dibahas sebelunya,untuk enguji kebenaran hipotitis yang dinyatakan.

c.Buatlah tanda pada setiap baris pernyataan yang dianggap benar.

d.Jika ditemukan baris pernyataan kritis bernilai salah,pernyataan tersebut  dapat dianggap sebgai argumen invalid.

3.Jenis infrensi bedasarkan jumlah premis 

a.Imediate inference atau inferensi langsug 

inferensi langsung adalah mekanisme penarikan simpulan  secara langsung bedasarkan sebuah primis yang dinyatakan.

b.Mediate inference atau inferensi tidak langsung 

Inferensi tidak langsung adalah mekanisme pembuatan konklusi yang diambil dari beberapa premis yang memiliki keterkaitan secara logika.

4.Metode inferensi.Dalam melakukan penarikan simpulan atau inferensi.

a.Modus ponens.

b.Modus tollens.

c.Modus penambahan disjungtif.

d.Modus penyerderhanaan konjungtif.

METODE PENALARAN

 D.Metode penalaran 

Penalaran juga dapat  diterjemahkan sebagai metode berfikir dalam menghadapi persoalan  bedasarka referensi atau rujukan,guna menghasilkan simpulan atau pernyataan  baru yang dapat diuji kebenarannya.

1.Deduktif.adalah metode penalaran yang difokuskan untuk menggali informasi-informasi  secara umum,kemudian dirangkum mejadi simpul secara khusus. 

a.Metode silogisme

Metode silogisme adalah teknik pengabilan simpulan yang dilakukan bedasarkan dua pernyataan sebelumnya.Ada dua metode silogisme yaitu

1).Silogisme 

Ciri khusus yang dapat diidentifikasi dari pernyataan atau dengan metode silogisme negatif adalah penggunaan kata penghubung "tidak " atau "bukan".

2).Silogisme eror 

Dalam mengambil simpulan dari dua premis,anda arus melaukan analisis secara teliti agar tida memunculkan peahaman yang salah atau eror.

b.Metode entimen 

Metode entimen menerapkan pola pikir deduktif secara langsung tanpa melalui mekanime silogisme.Hal tersebut mudah diketahui karena  kebenaranya sudah ter uji.

2.Induktif

Induktif adalah metode penalaran yang bertolak belakang dengan deduktif.

Aktivitas yang sering dikerjakan dalam proses penalaran induktif:

a.Analog yang dilakukan merupakan aktivitas pengambilan simpulan dengan mempertimbangkan keseragaman data atau proses.

b.Generalisasi adalah teknik penetapan simpulan bedasarkan kumpulan data yang telah dianalisis terlebih dahulu.

c.Transduktif merupakan metode penarikan poin simpulan terhadap kasus yang bersifat khusus,yang diimplementasikan pada kasus lainnya.

d.Memprediksi kebenaran jawaban terhadap personal,solusi pemecah masalah,ekstrapolasi,dan interpolasi.

e.Menggambarkan model,sifat,kenyataan,fakta,korelasi atau hubungan,dab pattern atau pola.

f.Menerapkan teknik analisis terhadap pola hubungan situasi,kemudian disusun menjadi konjektur.

3.Abduktif

Abdutif adalah metode  penalaran yang dilakukan dengan mengambil salah satu opsi argumentasi atau alasan yang dianggap mendekati kebenaran dari beberapa pilihan argumentasi.

Empat solusi yang dapat dilakukan:

a.simplicity atau kesedaranaan 

Prinsip simplicity atau sederhana dalam penjelasan pernyataan bedasarkan fakta akan memermudah analisis dan proses penalaran.

b.Choherence atau koherensi

Gunakan referensi atau rujukan yang vadil dan kredibel dalam memberikn penjelasan.

c.Predictabilitiy atau predikbilitas

pergunakan teknik yang menyaikan penjelasan,yang memiiki potensi besar untuk menghasilkan prediksi atau perkiraan yang dapat diterima atau disangkal.

d.Comprehensive atau komprehensi

Pilihlah penyaian penelsan yang runtut dan menyeluruh serta detail sehingga tidak memunculkan ketidak pastian atau kebinggungan.

LOGIKA MATEMATIKA

 C.Logika matematika

Dalam ilmu matematika juga dikenal teknik logika.Dalam logika matematika,terdapat lima istilah yang sering digunakan,yaitu negasi,konjungsi,disjungsi,implikasi,dan biimplikasi.

1.Negasi.Merupakan metode membalikan nilai sebelumnya,yang semula benar menjadi salah dan dalah menjadi benar.Dengan menambahkan nagasi (menggunakan simbol~).

2.Konjungsi.Merupakan teknik penggabungan beberapa pernyataan yang kemudian dikenal dengan istilah pernyataan majemuk.Karakteristik konjungsi adalah penggunaan kata"dan" yang dinotasikan dengan simbol"^".

3.Disjungsi.Merupakan teknik perbandingan antara dua pernyataan(pernyataan majemuk)yang dihubungkan dengan kata "atau" dan dipresentasikan dalam bentuk notasi simbol "v".

4.Implikasi.merupakan salah satu penerapan  pernyataan majemuk yang menggunakan kata penghubung "jika..,maka...,".

5.Biimlikasi.Merupakan salah satu jenis pernyataan majemuk yang dibentuk dengan menggunakan kata penghubung"...jika dan hanya jika...".

PERNYATAAN DAN LOGIKA PROPOSISI

 B.Pernyataan dan logika proposisi

1.Definisi proposisi

Pernyataan dapat ditulis dalam sebuah kalimat,tetapi juga dapat dalam bentuk notasi/simbolis yang memberikan pernyataan benarb atau salah.

a.Subjek merupakan konsep yang mejadi aktor utama dalam pernyataan ,meliputi benda,objek tempat,kejadian,orang,dll.

b.Predikat adalah istilah pelakuan atau tindakan yang dilakukan atau dikenakan pada subjek.

c.Kopula merupakan kata kerja (verba)yang menjadi penghubung antara subjek dan predikat dalam sebuah pernyataan.

d.Kuantor merupakan bagian dari pernyataan yang penulisannya disesuaikan dengan kebutuhan,dengan tujuan untuk mengubah farsa pernyataan umum menjadi tertutup dalam rangka mempertegas makna yang disampaikan.Kuantor penerapannya diklasifikasi menjadi dua tipe.

1)Kuantor universal/umum

2)Kuantor khusus

2.Aspek penggunaan dalam proposisi

Pernyataan logika proposi berdasarkan aspek penggunaannya dapat dibedakan menjadi empat macam:

a.Aspek bentuk

1).Proposisi tunggal adalah jenis pernyataan logika yang hanya terdiri atas satu subjek dan satu predikat atau dikenal dengan kalimat tunggal.

2).proposisi majemuk adalah merupakan jenis pernyataan yang memiliki  dua predikat dalam penulisanya atau gabungan dari dua pernyataan tunggal proporsi.

b.Aspek sifat 

1).Kategolial

Kategorial merupakan jenis sifat dalam pernyataan proporsisi yang memiliki nilai pembenaran atau penolakan (ingkar) secara mutlak tanpa syarat apapun.

2).Kondisional 

Kondisional merupakan pernyataan proposisi yang nilai kebenaran memiliki syarat penentu.jenis ini dibedakan menjadi dua.

a).Hipotetis adalah jenis pernyataan proposisi yang dapat dinyatakan kebenaranya jika memenuhi persyaratan tertentu.

b).Disjungtif adalah pernyataan kondisional yang nilai kebenaranya diperoleh berdasarkan pilihan tertentu.Ciri khusus pernyataan disjungtif adalah penggunaan atribut dalam penjabaranya.

c.Aspek luas 

Bedasarkan keluasan penyampaiannya,proporsisi dibagi tiga macam.

1).Universal merupakan pernyataan yang menjelaskan kondisi secara menyeluruh atau bagian tertentu.

2).Partikula merupakan teknik dalam menyampaikan sebagian pernyataan dalam seluruh aspek kebenaran,biasanya ditandai dengan kata sebagian,tidak semua,beberapa,dan kebanyakan.

3).Singular merupakan teknik penyampaian logika dalam sebuah pernyataan dengan satu aspek saja.

d.Aspek kualitas dan kuantitas

Bedasarkan sisi kualitas,proposisi dapat dibedakan menjadi dua macam.

1).proposisi positif atau afirmatif

Proposisi positif adalah jenis pernyataan proposisi dengan nilai predikatnya akan menjadi pembenaran subjek yang dinyatakan.

2).Proposisi negatif 

Proposisi negatif adalah jenis proposisi dengan predikatnya mengandung nilai yang tidak mendukung atau menyalahkan subjek.

Aspek kuantitas dibedakan menjadi dua jenis:

1).Proposisi universal atau umum 

Proposisi unuversal merupakan pernyataan logika dengan predikat menjadi pendukung atau penolakan kebenaran semua subjek yang dinyatakan.

2).Proposisi khusus atau partikular

Proposisi khusus merupakan pernyataan logika yang membenarkan subjek.

Pernyataan logika proposisi jika dilihat berdasarkan aspek kualitas dan kuantitas.Sebagai berikut:

1).Proposisi A

Proposisi A merupakan kategori jenis proposisi yang bersifat universal afirmatif.

2).Proposisi E

Proposisi E memiliki kebalikan sifat dibandikan proposisi A.

3).Proposisi I

Proposiis I adalah jenis proposisi partikular afirmatif yang menjelaskan sebagian dari semua kebenaran,pengakuan,dan bernilai positif.

4).Proposisi O

Proposisi O adalah kebalikan dari proposisi I,sebagai salah satu jenis partikular negatif.






Rabu, 10 Agustus 2022

POLA BERFIKIR

 Berfikir Komputasional

A.Pola Pikir 

1.Konsep Ide Dan Gagasan

Ide atau gagasan yang dihasilkan dari proses berfikir secara panjang dan matang bisa disebut dengan penalaran.penalaran dapat memeberikan  solusi alternatif yang lebih matang.

-Dapat  menjadi solusi alternatif pemecah masalah 

-Memberikan peran aktif dan positif bagi perkembangan diri sendiri dan orang lain.

-Melahirkan konsep dan dinamika baru dalam hal teknologi,pengetahuan,dan keterampilan.

-Membuat terobosan baru yang dapat membantu masyarakat.

-Mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru.

-Memberikan contoh dan teladan bagi orang lain.

-Tidak bertentangan  dengan peraturan perundangan,agama,dan norma-norma sosial kemasyarakatan.

2.Teknik Memetahkan Ide

Tahap untuk mengategorikan,menjabarkan,dan menggambarkan ide dalam sebuan sistem pemetaan.

A.Menentukan pokok permasalahan yang akan  dijadikan tema dan ide utama.

1).Tema yang bersifat memaparkan sebuah kondisi .Biasanya,menggunakan kalimat yang mengandung kata benda,misalnya indikator server terkena  serangan virus.

2).Tema yang memaparkan  beberapa alternatif pemecah masalah,Biasanya,diikuti dengan beberapa subtema yang menjelaskan teknik atau makanisme pdnyelesainnya.Ide utama bisa menggunakan kata kerja, misalnya Mendektesi Kerusakan Komputer,Menganalisis Kerusakan Rem Mobil,dan Merperbaiki Kerusakan Mesin Bubut.

3).Tema yang menjelaskan komponen pembentuk dari ide yang dijelaskan.Biasanya menggunakan kata benda yang bersifat umum,misalnya komponen mobil.

B.Setelah menetukan pokok tema atau ide utamanya,anda harus menjelaskan komponen pendukunganya,yaitu dengan menuliskan subtema yang akan dijadikan elemen penjelasan.

C.Dari subtema tersebut,kembangkan lagi dengan sub-sub item yang mungkin muncul sehinngga lebih lengkap dan detail.

D.Rangkain ide utama dan subtema harus saling terhubung secara logika dan mewakili  proses berfikir yang divisuaisasikan.

Langkah langkah yang harus dilakukan krtika memtakam ide atau membuat karangka penjelasan, yaitu sebagai berikut:

a.Mentukan tema utama yang dijadikan subjek atau judul pengembangan peta.

b.Identitas setiap cabang-cabang yang mungkin ada dalam tema tersebut,seperti kegiatan yang mungkin dilakukan,dll.

c.Dari subtema tersebut,kembangkan lagi dengan sub-sub itrm yang mungkin muncul sehingga lebih lengkap dan detail.

3.Konsep Algoritme

Algoritme merupakan  seraingkaian  proses atau aturan yang disusun dan diurutkan secara sistematis dan logis untuk menyelesaikan permasalahan.kata logis atau logika berasal dari kata logos yang berarti hasil pemikiran yang disampaikan dalam kata-kata,tulisan maupun verbal. 

PERANGKAT LUNAK KOMPUTER

  E.Perangkat lunak komputer       1.Teknologi sistem opersi  Berfungsi menginterupsi dan mengontrol perangkat keras komputer berdasarkan in...